Jakarta (KABARIN) - Juara dunia kelas ringan super WBA, IBF, dan WBO Katie Taylor berpeluang kembali mencetak sejarah saat menghadapi Flora Pili dalam perebutan sabuk WBC yang lowong di Dublin, Irlandia, pada 5 September.
Dalam pernyataan resminya, WBC menyebut Taylor akan berusaha menjadi juara dunia tak terbantahkan untuk ketiga kalinya sepanjang karier profesionalnya.
"Taylor akan mencoba membuat sejarah sekali lagi dengan menjadi juara tak terbantahkan untuk ketiga kalinya saat ia bertanding memperebutkan gelar juara dunia kelas super ringan WBC yang kosong," tulis WBC.
Jika mampu mengalahkan Pili, petinju berjuluk The Bray Bomber itu akan kembali menyatukan empat sabuk utama kelas ringan super sekaligus menjadi petinju putri pertama yang tiga kali menyandang status juara dunia tak terbantahkan.
Taylor sebelumnya telah mencatat sejarah sebagai juara dunia tak terbantahkan di dua divisi berbeda, yakni kelas ringan (61,2 kg) dan kelas ringan super (63,5 kg), pada era empat badan tinju utama, yakni WBA, WBC, IBF, dan WBO.
Petinju asal Irlandia itu pertama kali menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas ringan setelah mengalahkan Delfine Persoon pada Juni 2019. Empat tahun kemudian, ia kembali meraih status serupa di kelas ringan super usai menundukkan Chantelle Cameron melalui kemenangan angka mayoritas dalam laga ulang pada November 2023.
Meski sempat menguasai empat sabuk juara di kelas ringan super, Taylor memilih melepas gelar WBC pada Desember 2024. Keputusan tersebut membuat status juara tak terbantahkan lepas, meski ia tetap mempertahankan sabuk WBA, IBF, dan WBO.
Pertarungan melawan Pili menjadi kesempatan terakhir Taylor untuk kembali menyatukan seluruh gelar dunia di kelas ringan super sebelum mengakhiri karier profesionalnya.
Petinju berusia 40 tahun itu akan memasuki laga dengan rekor 25 kemenangan, enam di antaranya diraih melalui knockout, dan hanya satu kekalahan. Kariernya dihiasi berbagai prestasi, termasuk medali emas Olimpiade London 2012 serta gelar juara dunia di dua divisi berbeda.
Di kubu lawan, Flora Pili datang dengan modal rekor sempurna 12 kemenangan tanpa kekalahan. Petinju asal Prancis itu bertekad memanfaatkan peluang terbesar dalam kariernya untuk merebut status juara dunia tak terbantahkan.
Kemenangan atas Taylor tidak hanya akan menghadiahkan empat sabuk juara dunia, tetapi juga mengangkat nama Pili ke jajaran elite tinju putri dunia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026